Sunday, February 14, 2010

Valentine 2010

Aku melepas seseorang paling penting di hidupku sepenuhnya. Ini posting terakhir tentang dia.

Sebelum mengenal cinta, aku kenal dia lebih dulu. Apapun tentang dia akan terdengar sangat romantis seperti dongeng.
Dia yang pertama, itu faktanya.
Aku yg pertama buatnya, itu faktanya.
Tapi belum tentu yang terbaik, itu juga fakta.

Setiap kali dia jatuh cinta dan patah hati, dia selalu datang lagi. Terbawa suasana dan bertengkar.
Dan sadar, jika aku bersamanya, semua selalu menjadi "terlalu"

Terlalu lebay, terlalu childish, terlalu terlalu... Sepertinya 6th atau 7th (?) ini belum cukup untuk saling memahami.
Atau mungkin kami tidak pernah sampai kesana.

Aku suka dia saat smp kelas 2. Kami berpacaran 3bln 8hari kemudian putus. Dan jadi musuh selama 1th. Setelah patah hati krn perempuannya selingkuh, dia datang lg, sbg sahabat. Kami teman ngobrol yang lumayan menyenangkan.
22 april 2005 kami jadian lagi, dan terus berlanjut hingga sekitar oktober 2008.

Aku suka lelaki lain.
Dan kami putus.

Beberapa hari sebelumnya (saat di indonesia), kami bertemu, setelah memeluk dan tertawa bersama, aku berpikir,
"Ya tuhan, aku sayang sekali sama dia. Tapi ada yg hilang, apa ya?"
Dan aku sadar... Aku kehilangan passion saat bersamanya.
Entah jenuh? Atau memang sudah saatnya putus?

Setelah kehilangan dia, dan berganti pacar baru. Pacar yang selalu aku sesalkan karena tidak pernah benar2 ada cinta.
Aku baru sadar dia sangat berharga.
Dan perasaan sama dia, lebih dari cinta.

Hal terbaik yang bisa aku lakukan adalah melihat dia bahagia. Dan tau seorang wanita yang baik disana, sedang merawatnya.
Merawatnya lebih baik dari aku merawatnya :)

Setahun kemudian, dia datang lagi, sekitar akhir tahun 2009 ini. Ia putus dengan pacarnya. Saat dia benar2 bersikap jujur terhadap pasangannya. Entah kenapa. Tapi dia mengaku, dia terluka. Lagi.

Aku bisa bilang apa?

Aku sudah hampir melupakannya saat dia datang lagi.
Saat aku sudah menerima dia dengan wanita lain yg kuanggap baik.
Aku bahkan bertekat menghadiri pernikahannya jika diundang.
Tapi dia datang lagi, dalam keadaan patah hati.

Aku mencoba memahaminya lagi.
Ternyata banyak yang berubah.
Dia nggak secerewet dulu.
Pandangannya sayu.
Dan dia ngga berani lihat mataku.

Kami bertemu awal tahun ini, melihatnya lagi dan menjadi cepat akrab.
Aku bisa mendengarkan segala keluhannya. Tapi dia sedikit mengeluh.
Namun jelas terlihat sangat sedih.

Tanggal 6 februari dia ke surabaya dan menemuiku, aku sangat senang dan bahagia dan sedikit terkejut.
Kami adalah tim dan musuh yang sangat ideal.
"Dance with your enemy."
Sampai....

Malam harinya ia bertemu dengan beberapa teman, dan keesokan harinya dia berubah.
Ia memang cepat berubah. Hatinya mudah sekali berganti.

Sejak malam itu, aku bukan lagi tujuan utamanya di surabaya.
Aku pikir ia akan sedikit menjelaskan maksudnya, yang aku temui, ia justru meletakkan ku di posisi yang membingungkan.

Tidak cukup itu.
Ia menyayangiku, tapi tidak pernah mempercayaiku.
Apapun yang aku lakukan, ngga pernah bisa benar di matanya.
Dan saat aku menulis ini, entah dia sudah bahagia lagi dengan yang lain. Aku tidak tau.

Banyak perbedaan dan persamaan diantara kami.
Aku suka coklat, dia vanila.
Aku ga suka sashimi, dia penggemar salmon.
Penampilanku berantakan, dan dia berdandan.
Aku selalu benci kamarnya yang berantakan, dan dia tidak suka barang-barangnya "dibereskan".
Tapi kami punya banyak persamaan:
Kami adalah stalker yang sama-sama baik.
Mungkin aku stalker yang lebih parah.
Kami mudah "membagi fokus" dalam beberapa hubungan.
Kami punya selera mobil yang sama.
Dan kami punya cerita yang akan selalu nyambung.
Kami tidak pernah benar2 percaya satu sama lain.
Kami adalah tim dan musuh yang saling membenci dan merindukan.

Hari ini hari valentine, kami tidak merencanakan merayakannya. Aku mengajaknya bertemu dan dia membatalkannya.

Sudah sangat jelas bukan aku lagi fokus utamanya di sini. Entah siapa.
Dan sudah jelas, tidak ada harapan lagi.

Aku memutuskan ingin bertemu dengannya besok, dan berbicara, dan memutuskan ini semua baik-baik.
Tapi nampaknya aku selalu tidak akan pernah siap.

Melihat lagi. Menyentuh lagi. Dan hal-hal lain yang membuat menangis.

Aku memutuskan benar2 menghapusnya.
Kontak bbm, twitter, facebook, dan nomer handphone.
Aku adalah hacker yang lumayan, aku selalu bisa membuka password seseorang.
Tapi sudah saatnya aku tidak membukanya lagi.
Aku harus melupakannya.

Dulu, dengan alasan "memastikan hidupnya baik2 saja"
Aku sering melihat accountnya.
Tapi sekarang kami harus saling menghapuskan.
Jika tidak kami saling menyakiti.

Seseorang yang baik akan menemukannya (semoga).
Dan aku ingin ini benar-benar berakhir.
Karena yang aku lakukan sejauh ini adalah menyakitinya.
Dan yang dia lakukan sejauh ini adalah membohongiku kemudian mencampakkanku. Lebih memilih yang lain. (Aku kaget sekali saat dia lebih percaya orang lain dibanding aku, dan membatalkan janjinya denganku karena janji dengan orang lain. Dia yang dulu tak pernah begitu padaku! Tak pernah, sekalipun tidak pernah)

Dan setahun cukup merubah segalanya.
Dia butuh semalam melupakanku.
Mungkin aku butuh setahun lagi melupakannya.

Selamat tinggal pacar pertamaku.
Aku takkan lagi menyentuhmu, melihat hidupmu ataupun berusaha mencarimu.

Mulai hari ini dan seterusnya. Aku ngga akan lagi melihat sedikit hidupmu dan diam2 memikirkanmu.
Aku sudah melepasmu.
Dan segala kelebay-an, drama, air mata, dst dst...tidak akan pernah lagi kamu temui dari aku.

Aku berharap kamu menemukan seseorang yang ngga freak sepertiku.
Dan aku akan menemukan seseorang yang tidak akan membohongiku dan selalu memilihku :)

Setiap liat agus ringgo aku akan selalu inget kamu,
Setiap aku pesen crispy chicken aku juga akan inget kamu,
Dan setiap aku liat menu shashimi salmon, aku akan memesannya sekali2 hanya untuk sekedar mengenang kamu.

Selebihnya: semoga kita ngga bertemu lagi, selamanya :)
Amin.

2 comments:

  1. segitu dalemnya buat kamu
    nggak tau juga ni mau ngomong apa akhirnya
    mengamini harapanmu kayaknya bukan hal yg baik

    manusia memang cepat berubah
    mangkanya kuesioner kurang valid untuk pengerjaan skripsi :)
    dikasi sekarang sama 3 jam lagi, jawabannya bakal beda!

    ReplyDelete
  2. hem, sepertinya pernah lihat cerita ini..
    tapi dimana ya? errr... ga inget...
    di blog ini kali yah?
    itu cerita asli kan?
    *mintadigampar

    eniwei..
    turut berduka cita. ^^
    jodoh ada yang mengatur
    tapi walaupun kudu berusaha
    kayaknya cewek belum saatnya deh
    hehe

    ReplyDelete