Sunday, September 26, 2010

VENUS EARTH

From: @nadiaaulia
Sent: Sep 26, 2010 4:43p

Girls, don't be so sensitive.. sometimes men sick with your complexity. http://myloc.me/ctnG0

sent via ÜberTwitter
On Twitter: http://twitter.com/nadiaaulia/status/25577152554

From: @nadiaaulia
Sent: Sep 26, 2010 4:50p

If only you can see across the gender, there will be no bias. Woman and Man is different, but equal. http://myloc.me/ctovH

sent via ÜberTwitter
On Twitter: http://twitter.com/nadiaaulia/status/25577465593

From: @nadiaaulia
Sent: Sep 26, 2010 5:05p

Rigid girls are only making men hardly find them. And beauty-men take their place. In this Venus Earth, everyone compete to be the most beautiful. Men and Women. Beautiful.

sent via ÜberTwitter
On Twitter: http://twitter.com/nadiaaulia/status/25578203950

From: @nadiaaulia
Sent: Sep 26, 2010 5:09p

The more intelligent women fall in love with ideas, the more compassionate men fall in love with materials. Don't you think, it twists?

sent via ÜberTwitter
On Twitter: http://twitter.com/nadiaaulia/status/25578392797

From: @nadiaaulia
Sent: Sep 26, 2010 5:14p

It's like the girls become more superior,and boys don't care, trapped with fantasy. they even don't care..the gender was important or not.

sent via ÜberTwitter
On Twitter: http://twitter.com/nadiaaulia/status/25578636307

--- VENUS EARTH ---

Dulu normanya adalah "jangan bicarakan SARA"
Sekarang normanya adalah "boleh bicarakan SARA, asal jangan buat konfilk SARA"

Dulu isunya adalah "Syirik"
Sekarang isunya adalah "Liberal"

Dulu Tuhan adalah Zat Agung yang Ditakuti dan Hakim Moral

Sekarang Tuhan adalah kebutuhan untuk mengenal semesta, Tuhan adalah simbol pemujaan terhadap Alam dan Apa-apa yang ada di dalam diri kita.

Dulu manusia tercipta Laki-Laki dan Perempuan.
Sekarang manusia lebih kaya dari sekedar lelaki dan perempuan.

Dulu manusia mengenal tampilan yang terlihat.
Sekerang manusia melihat isi yang terkandung.

Saat batas laki dan perempuan, sebatas alel X dan Y dan hormon yang dihasilkan.

Saat sesuatu yang begitu alamiah, dapat dikatakan dengan angka-angka saja
Kemudian harus dibahasakan secara sosial, terlebih sastra.

Dunia menjadi tanpa batas, tidak ada yang perlu dieliminir
Konsekuensinya, segalanya menjadi lebih kompleks dan rumit.

Wanita menjadi lebih pintar
Lelaki menjadi lebih malas

Wanita memakai celana
Lelaki mulai bersolek

Wanita ingin cantik
Lelaki ingin indah

Wanita ingin sempurna
Lelaki ingin jujur

Entah bagaimana mereka bertemu dalam satu titik equalrium.
Wanita semakin mandiri
Lelaki semakin wanita
Semua makin mandiri
Mandiri makin modern.

Agama makin dekat dengan sains
Sains lebih memahami psikologis agamawi
Emosi menjadi objek sains yang diamiti
Tingkah Laku adalah output dari serentetan faktor fisik dan kimiawi

Konserfatif selalu berusaha mengeliminir semakin banyak variabel agar persamaannya lebih sederhana.
Sementara orang sosial yang justru semakin menambahkan variabel-variabel itu.

Makin banyak disana
Tak usah dihitung dulu...

Setidaknya Manusia kini telah mendefinisikan segala detail yang ada,
Tak usah dicari Hasil "Y" nya dulu,
Biarkan persamaannya lengkap dulu,

Makin disini makin terlihat...
Begitu banyak variabel
Baik di sisi kanan dan kiri.
Hingga akhirnya semua setara
Semua berbeda

Minoritas adalah minoritas
Mayoritas memberi ruang bagi mereka bernapas

Minoritas bergelirya memahamkan yang lainnya
Meninggalkan konsep minor-nya

Mayoritas terlena dan hidup bersama-sama
Hingga pada suatu titik
Entah mengapa...
Minoritas sama kuatnya dengan Mayoritas

Pria sama Cantiknya dengan Perempuan.
Wanita sama Kayanya dengan Laki-Laki.
Agama sama Indahnya dengan Sastra.
Sastra sama Khitmatnya dengan Religi.
Sains sama sosialnya dengan sosial
Sosial mulai mengklasifikasikan kata-kata menjadi hitungan.

Tuhan sama Agungnya dengan alam.
Manusia membuat hal-hal yang mengagumkan.
Sesuatu yang Agung.

Sebagian orang memeluk kitab,
Sebagian orang menengadah ke langit,
Sebagian orang tidak peduli,

Sebagian Bertuhan
Sebagian Tidak

Sebagian yang Bertuhan memeluk agama, norma, segala tradisi yang diturunkan padanya...

Sebagian mencari-cari, sufi.

Sebagian berilmu dan berpikir, mencoba menyelesaikan persamaan.

Sebagian Wanita tidak menikah, mereka kaya dan cantik.
Sebagian Wanita masih diperbudak, menangis.
Sebagian Pria hidup dibawah bayang-bayang Manusia Lain yang lebih kuat
Sebagian tadak peduli dan berkeluh kesah sesamanya.

Sebagian Pria ingin menjadi wanita,
Sebagian lagi hanya ingin kesedarhaan, "andaikan hanya ada pria di dunia ini"

Kerumitan Wanita.
Kerumitan Dunia.

Alam ini begitu indah, dan manusia berusaha menangkapnya sebanyak-banyaknya.

Manusia yang dulunya hanya mengenal "Binary"
Mencoba menambah kalimat itu, menjadi serentetan "0" dan "1"

Hingga pada satu titik, kalimat itu tak terbaca "0" dan "1" lagi..
Kalimat itu menjadi jamak..
Mutlitafsir..

Kerumitan Dunia

VENUS EARTH
Sent from my BlackBerry®

1 comment:

  1. Wow. banyak sekali nilai yang terkandung di tulisan ini. Ya tentu saya agak terkejut mengenai tulisan ini di antara semua tulisan-tulisanmu yang telah lalu.

    Hm, may I ask something? What happened there? :-o

    ReplyDelete