Sunday, July 20, 2014

Aplikasi Visa Kunjungan di Kedutaan Jerman

Pada tanggal 07-07-2014 yang lalu, saya melakukan aplikasi di kedutaan besar Republik Federal Jerman. Saya bertekat jika hasilnya visa saya disetujui, saya akan menulis tips yang dapat membantu orang lain agar mendapatkan hasil yang sama.

Saya adalah warga Indonesia yang kebetulan saat ini menempuh studi di Taiwan. Pada liburan musim panas ini, saya kembali ke Indonesia untuk liburan sekaligus ingin berkunjung ke Negara pacar saya, yaitu Jerman.

Pada awalnya kami ingin mengurus visa di kedutaan jerman di Taipei saja, namun karena semua serba mepet saya akhirnya memutuskan untuk mengurusnya di Jakarta. Memang, tidak ada begitu banyak perbedaan dalam mengurus visa kunjungan, tapi Kedutaan-kedutaan besar di Indonesia terkenal lebih ribet dan harus antri lama.

Berikut adalah hal yang saya persiapkan sebelum mengunjungi kedutaan untuk memasukkan aplikasi saya:

1.     Form aplikasi online, bisa diunduh di:

https://videx.diplo.de.

Aplikasi ini disertai dengan beberapa form pendukung, antara lain: pemerikasaan undang-undang izin tinggal, serta lembar perjalanan di Negara wilayah Schengen.

2.    Foto biometris 2 lembar 3,5x4,5 cm (1 ditempel di form dan 1 diselipkan) dengan tampak wajah yang sangat lebar. Foto model ini cukup populer di luar negeri, tapi di Indonesia hanya beberapa tempat yang menawarkannya. Jika anda terburu-buru, anda dapat melakukan foto biometris di booth 7-11 sebrang kedutaan. Namun jam buka tempat ini adalah pukul 9.00 WIB. Jadi anda mesti buru-buru berjalan kesana-kemari.

3.    Paspor yang berlaku dengan minimal 2 lembar kosong. Maksimal masa berlaku paspor adalah 10 tahun dan minimal adalah 3 bulan setelah masa kunjungan berakhir.

4.    Asuransi perjalanan yang bisa dibeli online. Saat itu saya membeli dari axa insurance karena nominalnya lebih murah dengan pertanggungan 30.000 Euro. Disertai pula lembar asuransi kesehatan perjalan, sebagai berikut: http://www.jakarta.diplo.de/contentblob/4042440/Daten/3660637/H1__Krankenversicherung.pdf

5.     Biaya kunjungan visa senilai 60 Euro. Pada saat saya mendaftar biaya ini setara dengan Rp 960.000,-

6.     Dokumen mengenai rincian kunjungan, contohnya:

·      Surat dari pengundang

·      Detail perjalanan (akomodasi tempat tinggal)

·      Reservasi tiket pesawat (Reservasi ini tak perlu dibayar, namun karena saat itu saya membeli sendiri tiket melalui online, sehingga saya menunjukkan tiket yang sudah di bayar).

·      Nantinya anda akan di wawancara mengenai beberapa hal, misalnya: keterangan pertemanan: lamanya pertemanan, bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi, dll.)

7.     Pembiayaan kunjungan:

Untuk kasus saya, pembiayaan kunjungan adalah dari pacar saya. Sehingga di membuat sebuah dokumen resmi di kantor imigrasi setempat di Jerman dengan nama "verpflichtungserklärung". Dokumen ini di buat di kantor imigrasi tempat pengundang tinggal dengan tarif sebesar 25 Euro. Untuk membuat dokumen ini, pihak pengundang harus menyertakan bukti-bukti keuangan miliknya. Kami memang bertekat untuk membagi biaya kunjungan ini, saya akan membayar tiket pesawat dan pacar saya akan menanggung hidup saya selama di Jerman. Namun jika anda membiayai sender perjalanan anda, sebaiknya anda menyertakan bukti keungan yang berlaku seperti kartu kredit dan tabungan yang diendapkan selama tiga bulan.

8.  Bukti data diri anda: surat keterangan kerja/mahasiswa. Karena saya masih mahasiswa, saya menyertakan surat kemahasiswaan saya berbahasa inggris dari Universitas di Taiwan dan juga fotokopi kartu residen sertifikat di Negara lain (Taiwan)

9.    Masing-masing dokumen di fotokopi sebanyak 2 kali, kecuali paspor dan form aplikasi.

 

Selain dokumen-dokumen di atas, saya tidak menyertakan dokumen lainnya. Memang petugas sempat menanyakan bukti keuangan pribadi saya dan jika ada asset kepemilikan baik di Taiwan atau di Indonesia. Namun karena bukti keuangan saya dalam bentuk New Taiwan Dollar dan Bank saya di Indonesia bertempat di Surabaya, kedua hal tersebut tidak memungkinkan kami lakukan.

Namun yang paling penting adalah saat wawancara, anda dapat meyakinkan pewawancara dan menjawab semua pertanyaan sejujur-jujurnya.

 

Oh iya, sebaiknya anda dating 15-30 menit sebelum waktu giliran anda. Untuk membuat perjanjian online, anda sebaiknya mendaftar melalui: https://service2.diplo.de/rktermin/extern/choose_realmList.do?locationCode=jaka&request_locale=en

 

Selamat Mencoba! Semoga berhasil J

No comments:

Post a Comment