Friday, August 7, 2009

SENIMAN: penghibur sepanjang jaman -dedicated to Mbah Surip, WS Rendra, dan seniman-seniman jalanan-


KENANGAN DAN KESEPIAN

Rumah tua

dan pagar batu.

Langit di desa

sawah dan bambu.


Berkenalan dengan sepi

pada kejemuan disandarkan dirinya.

Jalanan berdebu tak berhati

lewat nasib menatapnya.


Cinta yang datang

burung tak tergenggam.

Batang baja waktu lengang

dari belakang menikam.


Rumah tua

dan pagar batu.

Kenangan lama

dan sepi yang syahdu

(diambil dari buku : EMPAT KUMPULAN SAJAK, karya RENDRA, penerbit Pustaka Jaya, cetakan kedelapan, tahun 2003)
*in memoriam WS Rendra

Sebagai penikmat seni saya sedih sekali, karena kehilangan seniman-seniman hebat akhir-akhir ini.

Saya cukup kaget mendengar kepergian Mbah Surip, tetapi begitu terpukul saat membaca home twitter saya bahwa WS Rendra berpulang hari ini. Jum'at 7 Agustus 2009.

Saya mencintai syair-syairnya, saya menghafal sebagian syairnya (thanks to Bahasa Indonesia karena tetap menanamkan warisan kita yang luhur pada generasi muda)

puisi-puisi Rendra
lagu dan gelak tawa Mbah Surip
tawa dan tangis
dan begitu banyak emosi yang dihadirkan karenanya.

terkadang saat stuck, saat sedih, saat terasa tak ada lagi yang rasanya mengerti.
kita akan "melarikan diri", kepada lagu-lagu dan puisi-puisi
terheran-heran lantar berujar, "lagu ini gue banget... >.<"

kita tidak pernah tau siapa itu WS Rendra,
siapa itu Mbah Surip,
kita tak pernah mengenalnya.. tapi kita tahu karyanya.

dan thanks to pengamen jalanan yang mengenalkan kita pada lagu-lagu hebat
mulai dari lagu-lagu Yogyakarta KLA Project, Kita Sheila On Seven, Topeng Peterpan, Jangan Menyerah D'massiv, hingga Tak Gendong Kemana-mana nya Mbah Surip.

terimakasih untuk para seniman yang mendedikasikan hidupnya untuk kehidupan itu sendiri.

dan beginilah kehidupan hasil jepretan saya:

Surabaya di larut malam minggu, lengang, dingin, namun "hidup" di beberapa lini. kota "hutan billboard" dan lampu-lampu yang tak pernah padam.



cepat! bagitulah kehidupan itu cepat sekali berubah berlomba dengan waktu


blurry life this how i watch you from behind

kehidupan baru yang penuh ironi, dan manusia dinamis di dalamnya. ada yang terbahak-bahak karena bahagia. ada yang pedih menangis karena luka. dan seniman-seniman yang selalu menemani. menemani malam-malammu yang sepi.
menghibur.
dan mencoba mengerti, walau tak mengenalmu.
mereka selalu mengerti.


siapa bilang violin hanya untuk bangsawan?


dan mereka membonusi saya penampilan cello yang sangat indah


saat itu saya menikmati "malam minggu jomblo" saya dengan seorang teman kantor yang sama-sama jomblo.
kami makan rawon di kawasan Pucang Surabaya.
ia mengenalkan saya pada musisi-musisi jalanan ini. saya begitu bangga bisa mengenal mereka.
mereka bisa menyanyikan lagu apapun sesuai dengan permintaan. Lagu Kerispatih hingga Leaving on The Jet Plane.
Dan mereka masih menggunakan kaset untuk belajar. bukan mp3 bajakan (saya malu karenanya).
Jika anda berminat untuk menyewa penampilan mereka, mereka menawarkan accoustic performance dengan harga bersahabat. hubungi saja saya =)

5 comments:

  1. emang dibikin gitu mor... gue pake iso 200 ga peke blitz.
    this is my blurry life i think

    ReplyDelete
  2. nice nice,,,mreka juga bisa bawa'in la bamba,,,mana 1 lagu cuman 2000,,,uasik pokoknya,,,menurutq pict lebih pas juga kalo blur,,,di film yes man aja ada lesnya foto blur(tpi cman di film gak tau kalo didunia nyata)hehe,,,

    ReplyDelete
  3. tp buat bagian promosiin tuh pngamen jgn blur lahh ..
    kn ada bag utk mempromosikan,, gmn qt mo nyewa klo ga ngliat gambarnya secara jelas..

    aplg yg foto "siapa bilang violin hanya untuk bangsawan?"
    gbr violinnya aja ga terlalu keliatan,,

    ..sekian..

    ReplyDelete
  4. iya mas enun, aku juga liat di yesman. tapi itu bukannya lomo ya?

    pengen lomo, tapi menurutku itu mahal dan costed >.<

    ehehehe.... ya waktu itu gasempat kepikiran mor, moodnya pgnnya ambil foto gitu.lol.

    ReplyDelete