Monday, May 17, 2010

Lebih baik mana terus-terusan ngomongin orang lain atau terus-terusan ngomongin diri sendiri?
Kalau harus pilih salah satu, aku pasti pilih pilihan kedua.

Selain itu lebih baik buat diri sendiri, itu juga kadang memicu semangat buat jadi lebih baik.

Tapi banyak orang (kebanyakan cewek), nggak suka banget liat orang lain beda dikit (sama dia, red). Apalagi kalo orang itu lebih sukses.

Mungkin iri.?.
Mungkin merasa nggak beruntung. Dan keberuntungan itu selalu nggak kelihatan pantes buat orang lain.

Oh come ooon, everyone special, don't be so jelous.
Aku nggak pernah iri liat cewek lebih cantik, lebih mapan, dan lebih pinter dari aku.
Aku nggak iri kalau emang harus cewek lain yang dipilih cowokku.

Tapi juga jangan iri, kalau temen cowokku lebih banyak dari kebanyakan cewek. Atau aku lebih bisa perform dibanding cewek lain.
Cuma emang susah kalau mainnya: dunia cewek.
Ga suka dikit, ngelabrak.
Ga suka dikit, sakit hati.
Ga suka dikit, dihancurkan.

Kalau cewek itu begitu penyanyang, mana sifat sayang?
Kenapa justru sifat angkuh, sombong, semaunya sendiri, dan jelek-jelekin orang lain jadi kebiasaan sehari-hari. ?.

Aku nggak tau cowok gitu juga atau enggak, tapi so far temen-temen cowoku lebih suka buat nggak ngomongin gossip.

Kalau boleh jujur, aku nggak suka banget sifat ngomongin orang lain. Oh come on, semua orang punya urusan masing-masing. Urusi urusanmu sendiri.
Dan paling nggak kalau ngomongin orang lain, oh please, do not make it public.

Aku heraaaaaaaan banget, kenapa kebanyakan cewek itu kayak gitu?
Kerjaannya ngurusin orang lain.
Bahkan walau aku punya genk cewek, sebisa mungkin aku nggak ambil pusing sama urusan orang.

Biar kesannya apatis atau sok, tapi ini membuktikan satu hal. Kalau aku memang lebih baik dari mereka.
Keep talking people, it makes me more famous.

"Roda itu selalu berputar, jangan pernah meremehkan orang-orang yang berada di bawah. Karena suatu saat kamu mungkin butuh mereka"

5 comments:

  1. Yah, pertanyaanq di tulisan sebelumnya ndak dijawab ya. :p

    Hm, komentar saya di tulisan kali ini, kamu mirip dengan temen saya dulu. dia sangat tidak suka dengan cewek-cewek yang suka ngurusin kehidupan orang lain. dia juga paling benci kalo kehidupannya suka dicampuri oleh orang lain.

    namun alhasil sekarang dia sekarang introvert. bahkan pada sobatnya. ia sangat tertutup. dan seolah hanya datang pada saat butuh. *mungkin bukan sobat ya sebutannya?*

    tapi saya punya kalimat maknyus dari Pandji 'Kena Deh' di artikelnya http://www.pandji.com/kesederhanaan/
    Happiness is the abilitiy to laugh at the imperfections of life.

    katanya sih biar kamu juga ga ngurus2in amat kelemahan orang lain yang suka ngomongin orang lain itu. :) good

    ReplyDelete
  2. aku juga bukan tipe introvert kok:) selalu ada kegiatan dan pekerjaan. apalagi aku punya geng cewek yang punya hobi sama (jalan-jalan, makan, nonton, belanja)

    media blog twitter atau fb itu semua kan curhatan online aja. tempat orang berkeluh kesah. (asal sekali lagi nggak SARA krn menurutku bahkan di diary pun kita nggak boleh SARA)

    okay thanks saran-sarannya yaa.. :)

    ReplyDelete
  3. ahaha. hobi yang menyenangkan. andai saya punya hobi sepertimu, dengan teman-teman yang menyenangkan pula. :-) It's so nice.
    Hm, saya cuma bisa bersyukur dengan sikap terlalu pilih2 teman ini. hoho.

    tentang pendapatmu kalau dunia daring itu tempat curhatan online, saya setuju itu salah satu tujuan dari orang menggunakan media tersebut. Tapi apakah itu fungsi dibuatnya media itu?

    hehe. apa kalimat saya di atas menunjukkan ketidaksetujuan saya terhadap pendapatmu?

    bisa iya bisa tidak. Namun saya sebagai orang yang sudah tidak (tapi semoga) memiliki seorang sahabatpun ini berpendapat, BENAR, media tersebut merupakan tempat curhat online kita. apapun itu. mau seneng. mau sedih. mau marah. mau kecewa. mau bingung. anything what you want to feel. :-) haha. jadi curhat colongan kan nih. (LOL) peace.

    ReplyDelete
  4. tidak memiliki seorang sahabatpun?

    menurut aku, waktu kita nggak punya keyakinan sama diri sendiri, sahabat2 selalu punya keyakinan sama kita.

    itu sebabnya, menurutku, kita tetap butuh sahabat. tapi jangan sampe deh jadi orang lain karena sahabat.

    paling bagus kalo bisa bersosialisasi tapi tetep punya pendirian :D

    menurutku seperti itu.
    it's always nice to share thoughts even with stranger, salam kenal (lagi) ya!

    ReplyDelete
  5. haha. stranger? it could be. yups, salam kenal juga. :)

    oia tentang sahabat, saya sebenarnya memiliki seorang sahabat. yah, karena masalah klasik yakni perasaan. akhirnya kami berpisah sedemikian rupa. kukira ia hanya bercanda. tapi ternyata mulai dari friendlist facebook ku dihapus ma dia (artinya kami sudah tidak berteman lagi di dunia maya), bahkan nomor hape pun dia ganti. T_T itu menunjukkan seberapa niat dia untuk menjauhiku karena masalah perasaan.

    ya, saya cuma berharap kami dapat menjadi sahabat dan musuh yang abadi.
    *maaf ya saya pinjem istilah. :p hehe tapi saya suka banget dengan kalimat itu. :)

    oia masalah perasaan yang ada tuh, dia udah punya pacar. trus kami ya deket gitu. pacaranya cemburu. dan dia lebih milih pacarnya daripada saya. so, ya oke dah. hoho.

    ReplyDelete