Monday, May 25, 2009

rumit sederhana rumit sederhana

Saya adalah salah satu contoh spesimen yang rumit yang pernah diciptakan. Kebiasaan saya yang seringkali terbalik-balik dengan kebiasaan orang lain membuat saya terkadang merasa sendirian. Tuntutan saya terhadap kesempurnaan, terkadang membebani orang lain. Tapi itu semua saya lakukan, karena sayapun selalu menjamin yang terbaik bagi orang lain. Berusaha yang terbaik untuk menyenangkan orang tua saya, bekerja dengan serius, kuliah dengan sungguh-sungguh (jika sya sudah meniatinya), dan memberikan semua yang terbaik bagi orang yang saya sayangi.
Namun seringkali semua yang saya lakukan lebih banyak berbuah kekecewaan daripada senyum bahagia. Ada saja hal-hal yang tidak sesuai dengan ekspektasi saya sebelumnya. Ini memang bukan salah siapa-siapa. Kebanyakan orang menyalahkan saya karena saya menuntut lebih. Tetapi kebanyakan orangpun tidak menyadari bahwa saya telah memberikan berlebih-lebih (namun mereka tidak pernah menuntut saya untuk itu)
Dalam perkuliahan saya, saya diajarkan untuk memproses segala sesuatunya efektif dan efisien untuk mencapai sesuatu yang optimal. Kerja mesin yang optimal, proses optimal, dan hasil optimal. Namun, tidakkah menghasilkan sesuatu yang nampaknya sederhana itu justru rumit sekali?
Contoh lainnya. Pemerintah dan dewan konstitusi negara ini merancang sebuah perundang-undangan tentang human trafficking. Dalam undang-undang diatur regulasi yang terlalu kaku dan berbelit-belit.
Saat undang-undang itu disahkan, publik justru tidak dapat menangkap point-nya. Grand design yang sangat bagus, sangat melindungi masyarakat dan hak asasi manusia, justru hanya menjadi sebarisan kata-kata tanpa makna. Mengapa hal tersebut terjadi?
Karena ketimpangan sebuah intelejensi, yang tak ada pengertian antar satu dengan yang lain. Walaupun maksudnya baik.
Maka dari itu, kemudian hadirlah reporter, pembaca berita, dan narasi-narasi di setiap berita. Untuk apa? Untuk meyakinkan bahwa publik dapat menerima informasi dengan baik. Untuk memastikan suatu design yang baik diterima dengan baik pula.
Tidakkah membuat hal rumit menjadi sederhana lebih rumit daripada membuat kerumitan itu sendiri?

Dan itulah saya.

Saya adalah orang yang memikirkan banyak hal rumit di dunia ini, berusaha mencerna lebih dari sekedar kata-kata bagi kebanyakan orang. Mungkin bagi orang lain itu sepele dan kecil, tetapi saya tau secara psikologis dampaknya akan menjadi sangat besar jika sesuatu yang sepele itu tidak diperhitungkan. Seperti kerikil yang menghambat jalannya rotor mesin.
Saya memproses data-data lebih baik daripada mesin pencari kococokan. Saya adalah pemecah kode dan rahasia. Saya menyukai fiksi dan analitika. Saya mengetahui lebih banyak daripada yang disangka orang. Namun saya tidak suka mendeskripsikannya secara gamblang. Hal tersebut justru akan membuat sesuatu tampak tak bermakna.

Saya begitu rumit bukan? Namun semua yang saya lakukan ini, hanya untuk satu tujuan sederhana.
Sesuatu yang sederhana, hingga naif kedengarannya.
Dan seperti yang saya bilang tadi, sesuatu yang sederhana itu sangat rumit sebenarnya.. dan sesuatu yang rumit itu sesungguhnya dapat sangat sederhana.

4 comments:

  1. yang sederhana kadang kliatan rumit
    yang rumit juga kadang kliatan sederhana
    yang sederhana bisa dibuat rumit
    yang rumit juga bisa dibuat sederhana

    rumit sederhana tergantung gimana ngliatnya

    rumitnya kesederhanaan seseorang dan sederhananya kerumitan seseorang adalah anugerahNya yang membuat hidup jadi berwarna

    hehehe

    ReplyDelete
  2. dan selamat rizalkhan anda menjadi eureka 3 pertama...
    dan saya kagum atas pengorbanan anda...

    hope we share same office mas, doain yaa=)

    ReplyDelete
  3. semoga keterima semua...
    amin...
    smangat yo Nad...
    ^^

    eum, it seems you are feeling so complicated right now...
    it seems all surround you bring tears to your eyes...

    but, let it flow smoothly...

    there are so much love around us...
    there are so much happiness around us...

    take it easy...
    ok

    Smangat y rekan Nadia...
    hehehehe

    ReplyDelete
  4. terimakasih rekan rizal...

    hehe...

    thx for the support, that's what friend are for.. =)

    ReplyDelete