Sunday, May 31, 2009

KELUARGA

Setelah saya putus hubungan (lagi), saya menjadi begitu lelah dengan romantisme dan cinta-cinta-an khas lagu kerispatih, ungu, jason mraz apalagi cinta terlarangnya the virgin (saya langsung bergidik ngeri membayangkannya). Sekarang saya mendengarkan lagu cinta yang lebih universal. Cinta untuk keluarga, sahabat, hewan peliharaan, kegemaran, hobby, artis, pokoknya lagu cinta yang lebih humanis.


Sejak patah hati rasanya tujuan hidup saya melenceng-melenceng lagi.
Dulu sekali dengan pacar pertama, saya ingin menjadi mahasiswa cumlaude yang bisa lulus cepat, cari kerja, dan cepat-cepat hengkang dari Indonesia ikut suami.

Saya pikir dunia begitu indah (dulu).
Saya punya hubungan sempurna, masa depan nyaris sempurna, impian semua remaja perempuan seusia saya.
Namun, ternyata bukan begitu kenyataannya. Hubungan jarak jauh, keterbatasan komunikasi, banyaknya "godaan", dan ketidak-yakinan, menghempas semua "rancangan hidup sempurna" saya.

Saya akhirnya memutuskan hubungan dan mulai dari nol lagi.

saya mencari jati diri.

sesungguhnya siapa saya? siapakah saya tanpa embel-embel kekasih seseorang... seseorang paling romantis, charming, konyol, dan paling kekanak-kanakan yang pernah saya temui di planet ini.

dan...

saya tau saya adalah perempuan yang "dalam", ceria, sedikit kaku, sedikit konservatif, dan kadang-kadang kekanak-kanakan. tapi saya juga merasa sangat kesepian... saya punya banyak cinta tapi tak dapat memberikannya ke siapa-siapa.

akhirnya, setelah sekitar setengah tahun sendirian, saya memulai hubungan baru lagi.
bersama pria yang ulet, pekerja keras, down-to-earth, dan paling bijak yang pernah saya kenal.

hubungan kami dewasa. Sedikit bercanda memang, tetapi tetap saja hubungan yang membanggakan. tujuan hidup saya terbentuk lagi.


Demi dia,
saya memutuskan untuk kuliah dan bekerja, saya tidak ingin jadi mahasiswa "biasa", saya ingin aktif dan menonjol. satelah itu saya ingin bekerja (saya melakukannya dengan sangat giat lebih dari yang sudah-sudah).
Saya ingin mendapatkan panghasilan yang layak, untuk membangun kerajaan impian saya.
Saya memutuskan memiliki hubungan yang sibuk dan pekerja keras.

Namun tiba-tiba, hubungan yang rapuh itu kandas juga. dan tujuan hidup saya berantakan lagi.

untuk apa berusaha bangun pagi lagi? (toh, teman-teman saya tidak ada yang segitunya)
untuk apa sangat rajin mengerjakan tugas? (toh, lingkungan saya anaknya biasa-biasa saja)
untuk apa saya berdandan? (toh, saya tidak punya pacar lagi)

tiba-tiba saya jadi sedih... sangat sedih...

kemudian saya menemukan cinta saya


Ya, saya menemukan orang-orang hebat yang selalu mencintai saya tanpa syarat.
Memaafkan semua kesalahan saya dan mendukung apapun yang menjadi tujuan saya.

mereka adalah KELUARGA saya.


Saya tumbuh dalam sebuah keluarga yang sangat terdidik dan pekerja keras.
Saya adalah anak pertama dari tiga bersaudara yang (senangnya =)) ) perempuan semua.

Walaupun perempuan, tapi tidak ada satupun dari kami yang hiper feminin. kedua orang tua saya adalah pekerja, pegawai institusi pendidikan.
Hal tersebut membuat secara tidak langsung, moral adalah pelajaran utama kami setiap harinya.

Walau penghasilan orang tua kami lumayan berlebih (setelah mencari tambahan disana-sini, proyek ini-itu, dan menulis buku ini-itu), tetap saja gaji pokok pegawai negeri membuat kami hidup menyesuaikan peran yang sewajarnya (pegawai institusi pendidikan).
Kami bukan keluarga yang hidup berfoya-foya, kami adalah keluarga gemar menabung dan menjadikannya dalam bentuk investasi jangka panjang.

sebagai seorang pendidik, Ayah bukanlah tipe kepala keluarga yang banting tulang dan "dingin". Ayah sangat telaten, pekerja keras, banyak bicara, dan kekanak-kanakan. Ia banyak membaca dan belajar. Ayah bisa dinominasikan sebagai sosok eksekutif muda yang sukses dan luwes (ayah punya muka baby face, nggak pantes jadi bapak-bapak).

Ayah sangat suka membaca (semua bukunya up to date dan mahal-mahal), ayah saya juga seorang public speaker, sehingga penampilan menjadi utama dalam pekerjaannya.
minat saya pada bacaan dan tulisan mungkin adalah turunan dari ayah saya.

Sedangkan Ibu adalah tipe ibu-ibu cantik tapi nyentrik. Ibu bisa menyetir seperti pembalap (saat mengantar sekolah), tapi dalam 30 menit berubah menjadi wantia yang terlihat sangat lemah lembut seolah sedikit lelah dapat membawa tekanan batin (hehe, sedikit berlebihan).
Ibu bukan tipe wanita pesolek semasa mudanya, Ibu adalah tipe anak gaul tempo dulu hype dengan rayban dan gitar.
Ibu juga pekerja keras yang fashionable (juga cantik dan sangaaaaat putih!! hal yang dengan sedih tidak ia turunkan kepada saya)

sifat Ibu yang keras kepala, sedikit cengeng, dan tidak berputus asa, menurun kepada saya..

oya, Ibu juga seorang doktor! (cumlaude 2 kali... ckckckck.... sayang nampaknya tidak menurun pada saya)

Ayah dan Ibu adalah pasangan yang hebat, pintar, dan sukses. tim yang bagus dalam pekerjaan. kemampuan ayah saya dalam bahasa, dan kemampuan ibu saya dalam logika membuat semua teman-teman mereka mengira anaknya akan sangat cemerlang.

tapi inilah putri-putri mereka:

Saya.

well, tau sendirilah saya seperti apa saya. mudah sekali berganti arah... pasti akan banyak tau dengan melihat tulisan-tulisan saya..saya lelah menceritakan diri sendiri (hehe)

Adik saya yang pertama, sangat bertolak belakang dengan saya. Anak kedua selalu menjadi yang paling malas dan tidak punya beban. itulah adik saya.
Della adalah anak SMA yang lumayan menonjol, tepi tentu bukan karena kepintaran atau logikanya (yang sebenarnya selalu lebih bagus dari saya). Adik saya terkenenal bandel di sekolah, sering ketiduran di kelas, terlalu banyak main gitar dan cangkruk'an basket, terlalu banyak terlambat!
Della bolak-balik masuk BP karena kasus terlambatnya yang parah! 200 kali terlambat dalam dua tahun sekloahnya di SMA.

Ibu saya sampai kebal kalau Della bermasalah di sekolah...


Tapi Della juga anak yang loyal, setia kawan, mau berkorban, dan enak diajak ngobrol...

Partner yang pas dalam persaudaraan ini (karena tidak ada satupun di antara kami yang suka mengadu pada orang tua)

teman-teman saya adalah teman-teman Della
pacar saya juga sahabat Della
intinya kami sangat menikmati perbedaan kami, tapi sangat kompak menghadapi musuh anak remaja (orang tua!)


foto saya dan Della saat malam minggu bersama

Adik saya yang paling kecil adalah anak emas tipe pengadu! sangat menyebalkan karena pandai mengambil hati orang tua, dan orang-orang lain. tetapi juga sangat ramah pada semua orang. Jika saya cuek dan tampak tertutup, Elva adalah anak yang cerewet dan sangat terbuka. Elva memiliki teman dari seluruh kalangan peran dan kalangan usia. Mulai dari tukang koran, tukang bakso, nenek-nenek perumahan, teman-teman kantor Ayah, anak kampung luar komplek, sampai teman-teman SMA saya.

Semua suka ngobrol dengan Elva.
Elva tidak pernah pilih-pilih.
Hubungan saya dan Elva adalah hubungan saudara yang manis bak cerita dongeng barbie... (karena kami sama-sama suka barbie..hehe)

dan begitulah kami sekeluarga, sangat berbeda-beda.

Saya dengan kehidupan kuliah-kerja-eksis, Della dengan kehidupan emo-terserah aku, dan Elva dengan kehidupan anak-banyak-teman-banyak-kegiatan, membuat saya bersyukur saya menjadi bagian keluarga ini.

Merekalah yang mencintai saya apa adanya, selalu memaafkan kesalahan saya, dan tidak henti-hentinya men-support saya. kami berbagi segalanya. kami menjalani kehidupan bersama. kami tertawa bersama. kami bertengkar dan berbaikan. semuanya seru.

"tidak ada romantisme.
tidak ada lagu sendu.
tidak ada air mata dusta dan penghianatan.

semua adalah kasih sayang yang sederhana
dan apa adanya."

dan setelah menyadarinya, saya punya tujuan hidup lagi.

6 comments:

  1. nud,, tnyta emg nasib ky gt jg ya ..
    adek gw yg k2 c tasha,, sama ky c della.. orgnya bandel, kebal,, sbnernya lbh pinter jg dari gw tp permasalahannya hoki dy ga segede hoki pny gw,, tiap knaikan dari SD k SMP trus SMP ke SMA .. nasibb dy ga pnah hoki,, gw slalu msk ke sekolah" yg terbaik n no.1,, sedangkan adik gw kgak,, tp dy cukup terkenal jg di bogor ..
    n dy jg adikk yg asyikk n kompak ..
    enak diajak ngobrol,,jalan,,shopping..

    trus yg k3 c ghozi,, beuhh pngadu habis"an.. pandai berakting di dpan ortu,, air matanya bs keluar tb" di dpan ortu nampaknya dy calon pmaen film ky gw dh,,
    HAHAHAHAHAHHA ..
    tp bandel jg c ..
    tp anaknya lucu..assik..serru..ngegemesin aplg klo tidur nud,, gw cium"in habis"an ..
    hahahhaha ..

    kita sbg kk pertama mpunyai tanggung jwb yg besar,, itulah yg mnjadi tujuan hidup gw !!
    krn itu pula gw ga pgn gagal dalam khidupan gw ..
    [=

    ReplyDelete
  2. iya, kita memang dituntut untuk selalu berhasil dan bertanggung jawab !

    motto anak kedua, "tinggal tidur, besok semua bakal beres"

    motto anak ketiga, "untung aku punya ayah sama ibuk yang baiiiiiikkkk hatiiiiii"

    hahahahaha....

    kita bukan mahasiswa berkehidupan sempurna
    kita bukan remaja yang sukses dalam urusan cinta
    tapi kita punya keluarga yang asyik
    dan persahabatan yang gila...

    then,
    nikmat Tuhanmu yang mana yang kamu dustakan?
    hahaha

    ayo kita bersemangat demi keluarga! cheers =)

    ReplyDelete
  3. I absolutly agree ma kamu Nad...
    family is eeeeeeeeeverything...mereka bener2 hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia...wkwkwkk

    kayak lagu anak2 aja. tapi kalo dipikir2 bener juga lo...keluarga tu tempat yang paling nyamaaaan bgt...

    km tw Nad? akhr2 ni, aku juga sering tengkar ma cewekku. hampir mw putus bahkan.. rasanya nyiksa banget. tapi alhamdulillah, everything's undercontrolled. aku dan dy masih mw brusaha mengesampingkan egonya masing2.

    aku belum punya mantan low, jadi dy the first ^^ and hope be the last...
    hahhahaha...

    almost 3 years...

    aku juga ngga ngerti nti rencana Allah gmn...yang penting, yakin aja lah...

    dulu, aku y udah bikin plannng masa depan yang mungkin terlalu jauh bgt. hanya dengan bermodalkan keyakinan2 rapuh, aku udah brani berandai2 yang terlalu tinggi. dan tntu aja sakit banget pas ternyata kenyataan tidak memihak...

    Aneh ya Nad, pas kita udah yakin banget dengan planning kita(atau mungkin lebih tepatnya angan2), tapi tiba2 aja kenyataan berubah 180 derajad. jauuuh bgt dari yang kita harapkan...

    waduw, jadi nulis yang nggak2 ni...hehehe
    anyway, kamu ada bakat tulis menulis Nad...aku suka cara pandangmu yang unik tentang suatu hal...
    Soalnya kadang aku y suka mikirin sesuatu dari sisi yang g wajar :D


    y udah lah... mksh udah ngasih tumpangan nulis...ehhehe

    ReplyDelete
  4. itu semua manusiawi kan mas!

    kita ingin disayangi dan menyayangi
    sakit karena kegagalan
    dan selalu punya harapan..
    sesakit apapun kejatuhan itu, manusia tidak bisa berhenti untuk berharap lagi =)

    saranku jangan takut berharap.
    dan,

    pertahankan yang ada..
    waktu pacaran pertama kali mottoku adalah:

    "bertahan hingga akhir"

    walau sudah tidak punya pacar lagi, aku tetap suka motto itu =)

    terimakasih pujiannya, aku cuma ingin berbagi. tidak kurang tidak lebih =)

    ReplyDelete
  5. sebenarnya nad, selama kita bs selalu berpikir positif pasti hidup jadi lebih enak lho.

    kenapa kamu harus bangun pagi? ada yg salah dg bangun pagi? aku rasa sih nggak. seger, sehat, walopun dg konsekuensi siangnya dah ngantuk lg ;p

    lalu kenapa memangnya kalau kita jadi yg paling rajin ngerjain tugas? aku sama bgt kaya km. lbh suka duduk manis depan laptop, utakutik tugas biar cepet selesai. yg lain mau hurahura gak apa, yg penting aku sdh bs tertawa duluan ketika mereka ngebut menyelesaikan tugas >:D

    ketika km mulai merasa ada yg tidak enak dg hidup, berputarlah dan lihat dr sisi yg berbeda, yg positif tentunya! :)

    ReplyDelete
  6. thanks a lot mbak arien...you made my day!

    support kayak gini ini yang bikin hidup lebih enak
    hehe..=)

    ReplyDelete